Imbas UAN yang diterapkan Pemerintah

diknas01Inilah UAN yang disebut Pemerintah sebagai “indikator untuk melihat seberapa baiknya pendidikan” di Negara yang kita cinta ini, bukannya tambah baik malah tambah hancur.
Tahun 2008 di salah satu SMA Negeri Kab. Deli Serdang SUMUT, guru-gurunya dipenjara gara-gara membantu muridnya. Di Bengkulu belum lama ini juga seperti itu, sekarang malah ada informasi 19 SMA 100% siswanya tak lulus <!–more–Sebanyak 19 SMA yang berada diberbagai daerah seperti Palembang, Gorontalo, Jawa Timur, NTB, Jawa Barat dan Bengkulu disinyalir para siswanya tidak lulus Ujian Nasional (UNAS) 100% .
Adapun alasan ketidak lulusan mereka diduga melakukan kecurangan dengan mendapatkan kunci jawaban palsusehingga mengakibatkan mayoritas jawaban para siswa tersebut salah total dan tidak sesuai kunci jawaban asli.
Konsekuensi dari adanya ketidak lulusan para siswa yang mencapai 100% pada 19 SMA tersebut, ujian nasional yang telah dijalani dianggap batal dan sekolah-sekolah tersebut harus mengikuti ujian nasional ulang yang akan berlangsung pada tanggal 8 – 12 Juni 2009.
Seperti halnya yang terjadi pada salah satu sekolah di Madiun, yaituSMAN Wungu, seluruh siswa yang mengikuti ujian nasional harus mengulang kembali, karena setelah dilakukan proses scanning lembar jawaban komputer, ada temuan pola jawaban yang sama dari seluruh siswa. Karenanya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga penyelenggara ujian nasional memutuskan untuk melakukan ujian ulang.
Mengenai dilaksanakannya ujian ulang nasional terhadap 19 sekolah tersebut, anggota Komisi X DPR, Heri Akhmadi secara tegas menolak karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Heri Akhmadi juga mengatakan hal ini sangat aneh, karena bagi mereka yang melakukan kecurangan malah tidak dihukum, tetapi malah diberi ujian ulang, “Ini menunjukkan indikasi konspirasi dilingkungan pendidikan,” jelas Heri.
Hal serupa juga dikatakan oleh anggota Komisi X DPR FKB, Hamid Wahid Zaini, yang mengatakan bahwa pelaksanaan ujian ulang jelas tidak fair bagi siswa sekolah lain yang juga tidak lulus tetapi tidak melakukan kecurangan . Siswa yang tidak curang tetapi tidak lulus tidak diberi kesempatan ujian ulang, mengapa siswa yang terlibat kecurangan dan tidak lulus malah diberi fasilitas ujian ulang. ”Sebenarnya siapa yang melakukan kecurangan, pihak sekolah, pihak dinas pendidikan atau siapa ?” kata Hamid.
Good Luck untuk Mendiknas, anda telah berhasil menghancurkan mental para guru di Indonesia

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s